Hujan dalam genggaman kita





Apa kabar??
Sepertinya sudah lama tak terdengar kabar darimu,yang biasanya setiap hari selalu mengisi hari-hariku dengan cerita-cerita anehmu yang terkadang membuat aku jengkel tetapi aku selalu tertarik mendengarnya. Bagaimana keadaanmu disana ya??  Aku yang disini hanya bias berandai suatu saat nanti kamu berhenti diposisimu,alihkan pandanganmu sejenak kebelakang hanya sekedar untuk mencari tahu bagaimana keadaanku disini seperti apa??keadaanku bagaimana?? Aku seperti apa sekarang??
Ya seperti itulah yang aku pikirkan setiap aku teringat dan terhanyut oleh bayang bayangmu yang tetap memainkan perannya dengan sangat sempurna di khayalanku. Ku hanya bias memelukmu saat akj bermimpi, aku hanya bisa memilikimu saat aku tertidur lelap dalam bawah sadarku. Aku hanya bisa berharap yang tak mungkin. Salahkah aku bila kini mengharapkanmu untuk aku??
Salah jika aku terus berharap untuk kamu berhenti dan melihat kebelakang untuk mencari sosok yang pernah menghiasi masa lalumu. Sosok yang selalu menunggu dan menyambutmu setiap sabtu sore sepulangmu dari rumah keduamu. Sosok yang selalu menyadarkanmu bahawa kamu bukanlah insan yang lemah dan rapuh. Masih ingatkah kamu akan hal itu,masa itu?? Tolonglah…..!!!aku disini tersakit sakit menanti kehadiranmu kembali disini. Aku yang saatitu selalu memotivasimu untuk menjadi perempuan yang tidak boleh sekalipun nyerah dihadapan laki-laki,danternyata kau melakukan itu padaku. Ya benar,kau memang tak pernah nyerah.
Bolehkah aku bererita sedikit saja tentang KITA?? Ingatan dikepalaku seperti layaknya sebuah rumah yang terdapat ruangan-ruangan yang berisi perabotannya masing-masing. Tetapi terdapat sebuah ruangan yang pintunya hanya bisa dibuka dengan sebuah gestur dari wajahmu yang selalu aku ingat seumur hidupku,yaitu senyummu saat kita pertama kali bertemu di Malang. Hanya Senyum itulah yang sampai saat ini dapat membuka sebuah ruangan di memoriku,yang didalamnya tersusun rapih dan bersih setiap inci momen momen yang pernah kita lalui bersama. Mulai dari perkenalaan kita sampai perjuanaganku untuk bertemu denganmu di kota asalmu. Disini hujan turun dan alunan music nan syahdu mengiringi jariku untuk terus melanjutkan tulisan ini. Berbicara tentang hujan,masih ingatkah kamu saat itu??masih ingatkah kamu saat itu kita berdua diatas motor sederhanaku kita menerjang hujan deras dikotamu tanpa memperdulikan dinginnya hujan saat itu,ingatkah kamu saat itu dirimu memeluk erat diri ini agar tidak merasakan dinginnya hujan dikotamu???sungguh aku masih mengingat setiap detik yang pernah kita alamai itu. Sungguh mengingat ini membuatku tersenyum dan  mebuatku lupa diri dengan kondisi yang ada pada kita saat ini. Dan pada itu kita berteduh pada sebuah bangunan menunggu hujan sedikit bersahabat. Ternyata ada maksud lain dari hujan itu untukku,hujan itu mebisikkan kepadaku kalau aku harus jujur dengannya. 2 jam kita habiskan diatas motor dengan berbincang dan bercanda. Membuatmu tertawa seperti sebuah candu bagiku. Disaat kau tersenyum seolah waktu menjadi lambat dan setiap keindahan senyummu bisa kurekam baik diingatanku. Entah mengapa setiap tawamu selalu terucap dalam hatiku bahwa aku mencintaimu dalam keadaan apapun. Saat hujan itu aku bernazar dengan diriku sendiri. “suatu saat kalau hubungan kita memburuk dan memaksa kita untuk berpisah….bersabarlah aku sedang memperbaiki diri untukmu dan hanya untukmu,aku mau menikahimu cintaku”
Dugaanku pada saat itu terjadi dan menerpaku bahwa kita harus berpisah,niatan untuk mengajakmu kerumah untukku perkenalkan dengan keluargaku,ternyata kehidupan nyata menamparku untuk kembali sadar bahwa semua tidak sama lagi. Ingin rasanya aku tertidur kembali dan terus menjalani semua hal itu denganmu lagi. Tapi memang benar kehidupan kadang tak seindah khayalan  

Komentar